Ada Kisah Cinta di Pulau Kemaro Palembang

Pagoda Pulau Kemaro Palembang - Yopie Pangkey - yopiefranz

Rahmawatie.com – Ada satu destinasi wisata Palembang yang sangat ingin saya kunjungi, yaitu Pulau Kemaro. Tahun lalu tidak sempat kemari, karena hanya numpang lewat hendak liburan ke tempat lain.

Kemaro sendiri adalah berasal dari bahasa Palembang yang berarti kemarau. Karena pulau yang merupakan delta ini selalu kering, tidak pernah kebanjiran bahkan pada saat air sungai sedang pasang.

Sudah dua kali saya berkunjung ke Palembang, dan yang terakhir kali adalah di bulan November 2018 lalu. Dan kali ini pun sama, hanya 1 hari berkeliling kota, mengunjungi beberapa tempat wisata di Palembang.

Alhamdulillah, tercapai juga keinginan mendatangai tempat wisata di Palembang yang unik.

Menuju Pulau kemaro Palembang - tempat wisata di palembang  - Rahmawatie Yopie - RamahTraveler - 1
Sewa perahu dari dermaga Benteng Kuto Besak. Guide andal Palembang yang nego harga 😀

Lokasi Pulau Kemaro

Pulau Kemaro merupakan sebuah delta kecil ditengah Sungai Musi yang membelah kota Palembang.

Berjarak sekitar 6 Km dari jembatan Ampera dan 40 Km dari Kota Palembang. Terletak di daerah industri, yaitu diantara pabrik pupuk Sriwijaya, Pertamina Plaju, dan Sungai Gerong.

Baca:
* Libur Akhir Tahun di Hutan Pinus Mangunan Yogyakarta

Cara Menuju Pulau Kemaro

Saya dan suami kali beruntung hari itu jalan-jalan ke salah satu destinasi unggulan Palembang ditemani oleh Kak Nanda, Dorry, dan Baba, teman-teman dari Genpi Sumsel.

Untuk menuju Pulau Kemaro kami harus ke Dermaga yang berada di Benteng Kuto Bedak terlebih dahulu. Dari dermaga kami menyewa kapal ketek. Pilihan lain selain kapal ketek adalah dengan speedboat.

Banyak yang menawarkan jasa kapal ketek untuk menyeberang menuju Pulau Kemaro. Disini kita harus pandai-pandai menawar, kalau tidak diminta tarif yang lumayan tinggi.

Berhubung Kak Nanda dan kawan-kawan memiliki kenalan baik yang memiliki kapal ketek, jadi lumayan tidak susah menawarnya.

Biaya naik kapal ketek sekitar Rp. 100.000 – 200.000 untuk lima orang, pulang pergi. Waktu yang diperlukan naik kapal ketek menuju pulau Kemaro kurang lebih 45 menit.

Bila naik seedboat biaya sekitar Rp. 250.000 – 300.000 untuk lima orang, dengan waktu tempuh 10 – 15 menit.

Belum sampai di pulau saja kami sudah mendapatkan pengalaman yang mengasyikkan. Walau sedikit ngeri juga sih, pengalaman menyusuri Sungai Musi dengan menaiki perahu ketek ini menarik juga.

Sepanjang perjalanan kita dapat melihat rumah-rumah dan kehidupan masyarakat Palembang yang tinggal di tepian sungai.

Biaya Tiket Masuk

Begitu tiba di Pulau Kemaro, kita bisa langsung berkeliling pulau. Tidak ada retribusi di sini, tidak ada biaya tiket masuk. Gratis.

Kelenteng Hok Tjing Rio - Klenteng Kwan - Pulau Kemaro Palembang - Yopie Pangkey - yopiefranz
Kelenteng Hok Tjing Rio atau Klenteng Kwan. (Foto: Yopie Pangkey)

Berkeliling di Pulau Kemaro

Kami berkeliling berjalan kaki Pulau Kemaro melihat hal-hal menarik yang ada. Banyak pepohonan sehingga bisa berteduh kalau berkunjung disaat matahari sedang terik-teriknya.

Asik juga melihat dari dekat keunikan kelenteng dan pagoda di Pulau Kemaro. Berfoto di sekeliling Kelenteng Hok Tjing Rio atau Kelenteng Kwan.

Juga ambil gambar/foto-foto dengan latar belakang Pagoda 9 lantai yang tinggi menjulang di tengah-tengah pulau.

Hari itu kami tidak bisa menaiki pagoda, karena tidak setiap saat dibuka. Hanya dibuka pada waktu-waktu tertentu saja.

Sebelum pergi kemari kami lupa membawa bekal. Ternyata di pulau ada banyak pedagang makanan dan minuman.

Cuacanya lumayan bikin gerah hari itu. Bersyukur ada yang dagang es kelapa muda. Lelah berkeliling langsung berasa segaarrr.

Oya, ada yang menarik tentang kelenteng Hok Tjing Rio atau klenteng Kwan.

Didepan klenteng terdapat makam Pangeran Tan Bun And dan Puteri Siti Fatimah yang berdampingan. Kisah cinta mereka berdua ini yang menjadi legenda terbentuknya Pulau Kemaro.

Baca juga:
* Romantisme di Bukit Merese Lombok

Kelenteng Hok Tjing Rio - Klenteng Kwan - Pulau kemaro Palembang - Rahmawatie Yopie - RamahTraveler - 4
Mengintip bagian dalam kelenteng Hok Tjing Rio.

Legenda Pulau Kemaro

Saat mengelilingi Klenteng Hok Tjing Rio, saya melihat sebuah batu besar dan potongan marmer. Di atas marmer tertulis Legenda Pulau Kemaro.

Berkisah tentang kisah percintaan Tan Bun An dan Siti Fatimah.

Jadi ceritanya, dahulu kala ada puteri raja bernama Siti Fatimah. Siti Fatimah disunting oleh seorang bangsawan Tionghoa bernama Tan Bun An.

Suatu ketika Siti Fatimah diajak ke negeri Tiongkok oleh Tan Bun An untuk bertemu dengan keluarganya.

Ketika pulang kembali menuju Palembang, mereka berdua dihadiahi tujuh buah guci oleh orangtua Tan Bun An.

Tibalah kapal yang mereka tumpangi di perairan Sungai Musi, dan Tan Bun An pun membuka salah satu guci yang berikan orangtuanya.

Namun bukannya gembira dia justru kaget mendapati isi guci hanyalah sayur-sayuran yang sudah membusuk. Tanpa pikir panjang Tan Bun An membuang satu persatu seluruh guci ke Sungai Musi.

Legenda Pulau Kemaro -  Cerita cinta sedih - cerita kisah cinta - Rahmawatie Yopie - RamahTraveler - 2
Legenda Pulau Kemaro. Cerita cinta sedih.

Akhirnya sampai pada guci yang ketujuh. Saat guci itu mau dibuang malah pecah. Yang membuat mereka kaget, ternyata didalamnya terdapat emas.

Orangtua Tan Bun An sengaja menutupi emas dengan sayur-sayuran untuk menghindari ancaman bajak laut.

Apa yang dilakukan oleh Tan Bun An selanjutnya?

Mengetahui hadiah dari orangtuanya adalah emas, tanpa pikir panjang Tan Bun An langsung menceburkan dirinya ke sungai untuk mengambil guci-guci yang sudah dibuang.

Tidak diketahui apa yang terjadi pada Tan Bun An. Lama dirinya tidak muncul ke permukaan sungai.

Siti Fatimah kawatir juga suaminya yang tidak juga muncul ke permukaan. Dirinya lalu menyusul menceburkan diri ke Sungai.

Sudah bisa kamu tebak, keduanya tidak muncul kembali ke permukaan. Setelah kejadian tersebut, muncul gundukan tanah yang sekarang disebut Pulau Kemaro.

Masyarakat pun membuatkan makam untuk mereka berdua.

Kalau terjadinya sekarang apa cerita ya? Bisa jadi kisah/cerita seru di jagad maya media sosial dan menjadi trending topik ya 😀

Bagaimana kalau menurutmu legenda cerita kisah cinta mereka? Kalau benar-benar terjadi tentu sudah menjadi cerita cinta sedih bukan…

Baca juga:
* Sehari Menikmati Keindahan Wisata Sembalun Lombok

Pulau kemaro Palembang - tempat wisata destinasi wisata palembang  - Rahmawatie Yopie - RamahTraveler - 6
Naga di tangga naik Pagoda.

Pulau Kemaro Palembang Ramai Dikunjungi

Saat kami datang hari Kamis (22 November 2018), suasana termasuk sepi. Hanya sekitar 20an wisatawan yang datang berkeliling dan foto-foto.

Dan ada satu kelompok muda-mudi yang berlatih beladiri di halaman pagoda. Sepertinya mereka sengaja datang untuk berlatih di sana.

Klenteng dan pagoda di Pulau Kemaro ramai dan rutin dikunjungi warga Palembang keturunan Tionghoa untuk bersembahyang.

Khususnya ketika perayaan Cap Go Meh, tahun baru Imlek.

Pagoda Pulau Kemaro Palembang - Yopie Pangkey - yopiefranz
Pagoda Pulau Kemaro Palembang. (Foto: Nanda Dadidud)

Jadi kepikiran ingin datang kembali di saat ada perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro. Ingin melihat dan merasakan langsung kemeriahan perayaan di salah satu tempat wisata di Palembang ini.

Untuk informasi tambahan; dari Lampung menuju Palembang, bisa memilih transportasi darat atau udara. Lewat darat bisa naik travel, bus atau kereta api.

Lewat udara, sudah ada penerbangan langsung Lampung – Palembang yang dilayani oleh maskapai Garuda Indonesia, Citilink, dan Wingsair.

Ada yang mau ikut berkunjung ke destinasi wisata Palembang, Pulau Kemaro, yang terkenal ini?

Sharing is caring!