Parade 1000 Mandau di Festival Mahakam 2018

Parade 1000 Mandau - Festival Mahakam 2018 - 3

Parade 1000 Mandau – Tidak terasa 3 hari di Samarinda menikmati suasana kota yang dibelah oleh Sungai Mahakam. Suasana Festival Mahakam 2018 pun terasa di beberapa titik, khususnya di sekitar taman Tepian Mahakam. Di hari terakhir ini ada acara yang saya nantikan yaitu, Parade 1000 Mandau, salah satu rangkaian acara yang menjadi penutup Festival Mahakam 2018.

Berdasarkan rundown yang saya baca, puncak kemeriahan Festival Mahakam 2018 ini adalah Parade Budaya 1000 Mandau yang diselenggarakan pada hari Minggu, 4 November 2018. Di jadwal tertulis pukul 08.00 WITA dengan start di Taman Samarendah dan berakhir di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur.

Setelah sarapan pada pukul 07.30, saya bersama kawan-kawan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) dan 2 orang wartawan, dengan bersemangat berangkat menuju Taman Samarendah. Taman ini letaknya tidak begitu jauh dari hotel kami menginap, Hotel Amaris. Begitu tiba di lokasi, ratusan peserta parade sudah berada di sana, sedang bersiap-siap dan menyusun barisan.

Parade ini diikuti oleh 20 perguruan pencak silat, 23 tim marching band beberapa sekolah di Samarinda, tim kesenian reog dan barongsai, ada paguyuban orang Maluku di Samarinda dan bahkan ada perwakilan dari Spanyol.

Biasanya, Parade Budaya dari sebuah Festival di daerah manapun pasti selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat dan wisatawan. Begitu pula dengan Parade Budaya dari Festival Mahakam 2018 di Samarinda, Kalimantan Timur ini.

Masyarakat sangat antusias menyambut acara ini. Masyarakat memenuhi rute parade dari Taman Samarendah sampai ke Kantor Gubernur. Mereka rela menunggu beberapa jam sampai akhirnya para peserta parade lewat, khususnya peserta suku Dayak yang membawa 1000 Mandau.

Parade 1000 Mandau - Festival Mahakam 2018 - 1

Meriah.

Parade 1000 Mandau - Festival Mahakam 2018 - 4

Mandau

Mandau adalah senjata tajam sejenis parang, warisan budaya luhur suku Dayak, merupakan salah satu senjata tradisional Indonesia, dan juga salah satu yang paling populer karena senjata ini begitu lekat dengan sosok suku Dayak yang telah memiliki pamor yang mendunia.

Tidak seperti pedang lainnya, kemasan Mandau dibuat sangat cantik, hampir semua sisi memiliki detail, dari pegangan, sarung dan nikahnya sendiri. Pada zaman dahulu, Mandau digunakan dalam acara khusus seperti alat perang, perlengkapan tarian dan upacara adat.

Parade 1000 Mandau - Festival Mahakam 2018 - 6

Parade 1000 Mandau - Festival Mahakam 2018 - 7

Ada yang cantik di Parade 1000 Mandau

Parade 1000 Mandau

Saya untuk pertama kalinya melihat secara langsung ribuan masyarakat asli Suku Dayak yang juga sangat antusias mengikuti parade budaya ini. Mereka datang dari berbagai penjuru Kalimantan. Begitu eksotisnya keragaman budaya mereka yang ditunjukkan dari pakaian dan aksesoris yang mereka pakai.

Para lelakinya terlihat begitu gagah memakai pakaian khas yang terbuat dari lapisan kayu khusus ( saya belum tahu dari kayu apa ). Mereka mengenakan hiasan kepala dari bulu burung, kalung kayu yang berukir kepala tengkorak, taring hewan. Di tangan dan kaki ada manik-manik yang terbuat dari kayu. Dan pastinya Mandau yang diselempangkan di pinggang.

Para wanita yang ikut parade pun terlihat cantik-cantik. Pakaian mereka begitu menarik perhatian, menggunakan pakaian khas Dayak berwarna-warni. Tak ketinggalan ada hiasan kepala, kalung, gelang tangan kaki yang juga terbuat dari manik-manik berwarna warni. Para wanita ini pun berselempang Mandau di pinggangnya.

Tidak hanya orang dewasa yang ikut parade, ada pula anak-anak mereka yang diajak ikut. Anak-anak pun berpakaian khas Dayak, dengan Mandau di pinggang namun berukuran kecil.

Ada yang menarik perhatian dan membuat kagum warga yang menyaksikan parade ini. Yaitu Mandau Raksasa dengan panjang kurang lebih 2M, dan berat 30 Kg dan diakui sebagai mandau terbesar di Indonesia.

Parade 1000 Mandau - Festival Mahakam 2018 - 3

Mandau terbesar ikut parade.

Parade 1000 Mandau - Festival Mahakam 2018 - 5

Anak-anak juga turut serta di Parade 1000 Mandau.

Keseruan Parade 1000 Mandau

Saya lupa jam persis parade dimulai. Yang saya ingat parade dimulai dengan diawali penampilan dari perwakilan Spanyol. Kemudian disusul oleh drumband, barongsai, perguruan pencak silat, kostum kreasi etnik. Yang paling akhir dan paling menyedot perhatian adalah parade seribuan orang suku Dayak yang masing-masing membawa Mandau.

Disela-sela parade, terkadang mereka mempertunjukkan atraksi, seperti tarian tradisional suku Dayak, permainan alat musik khas Dayak, yaitu alat musik Sapek. Pertunjukan yang sangat menarik membuat masyarakat tak henti-henti bertepuk tangan.

Parade 1000 Mandau ini berakhir dengan prosesi ritual adat Mandau, dari Mandau yang terbesar, terpanjang, hingga terkecil diletakkan berbaris. Prosesi ritual dipimpin oleh ketua adat suku Dayak. Prosesi ini ditampilkan di depan panggung utama dihadapan Walikota Samarinda dan para undangan. Panggung utama ini berada tepat diseberang Kantor Gubernur Kalimantan Timur.

Warga dan wisatawan begitu antusias menyaksikan ritual tersebut. Di sekitaran panggung dipadati warga dan wisatawan yang penasaran dengan ritual Mandau. Saya yang ingin menyaksikan dari dekat jadi susah bergerak maju. Hanya sesekali mengintip dari sela-sela kerumunan.

Saya sangat senang dan menikmati rangkaian acara Parade 1000 Mandau yang menjadi bagian dari Festival Mahakam 2018.  Menambah pengetahuan saya akan keragaman budaya Nusantara.

Kalau ada kesempatan lagi di tahun depan untuk menyaksikan Parade 1000 Mandau dan Festival Mahakam 2019, mungkin akan saya ambil kesempatan itu. Kalau ada umur dan rejeki panjang.


Sharing is caring!