Pesona Desa Wisata Penglipuran Bali

desa wisata penglipuran - penglipuran village - Bali - yopie pangkey - 25

Desa Wisata Penglipuran – Tidak disangka, Bulan OKtober 2017 saya dan suami dapat kembali mengunjungi Pulau Bali. Pernah datang di tahun 2009 lalu, tapi saat itu banyak destinasi wisata yang belum sempat kami datangi. Termasuk Desa Wisata Penglipuran (Penglipuran Village), kabupaten Bangli, Bali.

Terkenal dengan sebutan Pulau Dewata, Pulau Seribu Pura, dan Pulau Surga. Pesona alam dan budayanya luar biasa indah, memberikan suasana ketenangan dan kedamaian. Mulai dari pantai, bebukitan, sejarah, tari-tarian, dan wisata buatannya.

Karena keindahan dan keunikannya ini maka Pulau Bali masuk dalam daftar destinasi wisata dunia. Dan banyak ditawarkan dalam paket-paket wisata yang dijual di banyak negara.

desa wisata penglipuran - penglipuran village - Bali - yopie pangkey - 28

Pintu masuk dekat parkiran.

Baca: Makan Malam Romantis di Suak Sumatera Resort

Menuju Penglipuran Village

Beberapa hari mengelilingi Bali, mencoba beberapa pantai terkenal dan beberapa pertunjukan budaya. Ada satu desa yang benar-benar kami nanti untuk dikunjungi. Desa Wisata Penglipuran, salah satu dari tiga desa terbersih di dunia.

Saya pernah membaca-baca beberapa artikel tentang Penglipuran. Desa ini menadi salah satu desa terbaik di dunia, selain desa Giethoorn di Belanda dan desa Mawlynnong di India. Penglipuran juga pernah dianugerahi penghargaan Kalpataru sehingga ditetapkan sebagai desa wisata pada tahun 1955.

Terletak di Kecamatan Kubu Kabupaten Bangli, tidak begitu jauh dari Kintamani. Siang itu setelah makan siang di Kintamani dan menikmati pemandangan Gunung dan Danau Batur dari ketinggian, kami menuju Desa Wisata Penglipuran.

desa wisata penglipuran - penglipuran village - Bali - yopie pangkey - 23

desa wisata penglipuran - penglipuran village - Bali - yopie pangkey - 2

Kintamani – Penglipuran kami tempuh dalam waktu kurang dari satu jam. Kenyang menyantap makan siang di Kintamani membuat kami terkantuk-kantuk di mobil. Terbangun saat mobil memasuki jalan yang lebih kecil. Mata lebih terbuka lebar saat melewati hutan bambu yang sangat rindang.

Ingin rasanya meminta berhenti untuk foto di antara pepohonan bambu itu. Namun gerimis  mulai turun,  lebih kawatir kamera terkena air hujan dan rusak, kami terus melaju mencari pintu masuk Desa Penglipuran.

Untuk masuk ke Desa Wisata Penglipuran, wisatawan dikenai biaya tiket sebesar Rp. 15.000/orang dan Rp. 8000 untuk parkir kendaraan. Namun saat kendaraan parkir, hujan turun dengan derasnya. Menunggu hujan reda, kami duduk-duduk di sebuah pondokan.

Tidak menunggu terlalu lama hujan akhirnya reda. Kami pun langsung berjalan memasuki desa. Mulai dari parkiran sampai ke area perkampungan, semuanya tertata rapi dan bersih. Tidak ada kendaraan yang bisa masuk sampai ke halaman rumah. Baik penduduk desa dan wisatawan, semua memarkirkan kendaraan di tempat yang sudah ditentukan.

kebun bambu - hutan bambu - penglipuran village - yopie pangkey

Jalan aspal membelah hutan bambu yang rindang.

desa wisata penglipuran - penglipuran village - Bali - yopie pangkey - 14 desa wisata penglipuran - penglipuran village - Bali - yopie pangkey - 20

Pesona Desa Wisata Penglipuran

Memasuki area perumahan dengan berjalan kaki, kami disuguhi dengan pemandangan perkampungan yang benar-benar memukau. Belum lagi dengan kebersihannya yang terjaga. Tidak ada sampah berserakan terlihat di perkampungan.

Semua rumah memiliki pintu gerbang sempit yang hanya bisa dilewati satu orang dewasa. Jalan utama desa menurun memanjang, dari pura desa yang ada di titik tertinggi sampai ke bagian bawah desa. Dan setiap pekarangan memiliki pepohonan yang menambah asri suasana.

Di beberapa pekarangan rumah ada warung, café, dan bahkan ada yang menjadikan rumahnya homestay untuk wisatawan. Warga tidak diperbolehkan berjualan di luar pekarangan. Oleh karena itu warung-warung ada di dalam pekarangan. Baik berdagang kelontongan maupun barang oleh-oleh.

desa wisata penglipuran - penglipuran village - Bali - yopie pangkey - 13 desa wisata penglipuran - penglipuran village - Bali - yopie pangkey - 22

Di sepanjang pagar pekarangan, penduduk menanami berbagai macam bunga bewarna-warni. Menambah keindahan dan keasrian desa.

Penduduk desa Penglipuran sangan menjunjung tinggi kerukunan dan kekompakan dalam kehidupan sehiar-hari. Dan tentu saja itu karena mereka sangat menjunjung adat istiadat yang sudah berlaku turun temurun dari leluhur mereka ratusan tahun lalu.

Saat kami berkunjung hari itu, warga desa sedang melaksanakan upcara Melasti yang dilangsungkan di Pura. Selain karena cuaca mendung, ternyata karena ada upacara tersebut suasana desa terlihat lengang. Hampir seluruh warga datang ke pura. Hanya beberapa orang saja yang terlihat ada di rumah.

Begitu upacara selesai barulah terlihat beberapa orang hilir mudik kembali ke rumah masing-masing. Beberapa warga terlihat duduk-duduk di di teras rumah.

desa wisata penglipuran - penglipuran village - Bali - yopie pangkey - 19 desa wisata penglipuran - penglipuran village - Bali - yopie pangkey - 25

Baca juga: Foto-foto Cantik di Puncak Mas Lampung

Hormati Alam, Manusia dan Tuhannya

Berbeda agama, namun mereka semua menyapa saya dengan ramahnya. Memberikan senyum terbaiknya saat saya menyapa atau mengajak berbincang-bincang.

Saya sangat menikmati wisata pedesaan seperti di Desa Wisata Penglipuran ini. Sebuah desa yang sangat menghormati alam, manusia, dan Tuhannya.

Begitu bersih, tenang, adem, dan asri. Desa yang menenangkan jiwa yang sedang gundah. Cantik tempat dan suasananya. Jauh dari gemerlap sisi dunia lain.

Jadi pembelajaran berharga bahwa cantik itu bisa dilihat dari berbagai sisi, bukan hanya cantik fisiknya saja. Tua tempatnya berusia ratusan tahun, namun desa ini justru menyimpan banyak kekaguman. Kekaguman karena menjaga kehormatan desanya secara turun temurun tanpa henti.