Festival Sekura – Pesta Rakyat Lampung Barat

Festival Sekura – Sampai sekarang saya masih ingat waktu masih SD sering diajak ayah pulang kampung ke Liwa. Saat itu kami taunya pesta Sekura dipusatkan di Pasar Liwa. Saat berkunjung ke rumah saudara yang ada di pusat kota Liwa saat lebaran, selalu ada pemuda-pemuda mengenakan tutup wajah yang mendatangi rumah-rumah. Mereka ada yang mengenakan tutup wajah berupa topeng kayu. Dan ada yang mengenakan kain sarung.

Tiap tahun kami selalu pulang ke Liwa. Hingga saat saya SMP, kakek yang tadinya tinggal di Liwa pindah ke Lampung Tengah. Sehingga tidak lagi ke Liwa, kami selalu ke Lampung Tengah. Namun cerita tentang Liwa dan Pesta Sekura masih terekam dalam ingatan.

Saat dewasa dan sudah nikah sampai memiliki 4 anak, lebih banyak suami yang jalan-jalan ke Liwa. Adalah rasa cemburu, ingin jalan-jalan ke Liwa lagi. Apalagi kalau ditanya saya orang mana, selalu menjawab orang Liwa.

Ingin kembali melihat serunya pesta Sekura yang asli di kampung-kampung di Liwa. Mengenang serunya masa kecil dulu.

Pesta Sekura - Festival Sekura - Lampung Barat - Wisata Lampung Barat - 3

Mungkin saya kecil seperti ini, menyaksikan festival/ pesta sekura saat itu di tahun 1985-1986 😀

Pesta Sekura / Festival Sekura

Setelah jalan-jalan ke Bukit Bawang Bakung dan sarapan kira kira jam 10.00 WIB kami berangkat lagi menuju Pekon Desa) Balak, Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat. Di situ Festival Sekura hari ini dilaksanakan.

Baca Juga: Bukit Bawang Bakung Lampung Barat

Saya ingat sewaktu kecil setiap mudik lebaran, pesta sekura inilah yang sangat kami nanti-nantikan. Pesta sekura  ini biasanya berlangsung satu minggu setiap perayaan Idul Fitri. Di desa-desa yang berbeda sehingga silaturrahim antar desa bisa terjalin merata. Karena memang dalam pesta sekura ini banyak keluarga yang datang menonton sekalian bersilaturahim dengan keluarga lain.

Pesta Sekura - Festival Sekura - Lampung Barat - Wisata Lampung Barat - 4.jpg

Sekura Betik.

Pesta Sekura - Festival Sekura - Lampung Barat - Wisata Lampung Barat - 6.jpg

Sekura Kamak

Sekura adalah penutup wajah. Bisa berupa kain bisa berupa topeng. Ada dua jenis sekura yang biasa dikenakan yaitu sekura kamak (kotor) dan sekura betik (bersih).

Untuk sekura kamak mereka mengenakan pakaian yang jelek, compang-camping, badan mereka dihias dengan daun-daun yang menjuntai dan memakai topeng. Kebanyakan topeng-topeng menyeramkan. Kecuali dalam tari-tari kreasi saat festival. Bisa berupa topeng yang indah.

Sedangkan sekura betik mereka mengenakan pakaian bagus, kain bersih. Penutup wajah mereka pun dari kain yang bagus dan dilengkapi kacamata hitam untuk menutupi wajah.

Pesta Sekura - Festival Sekura - Lampung Barat - Wisata Lampung Barat - 5.jpg

Pemuda-pemuda, sekura kamak, sebelum minta foto bareng Farah.

Muli Sikop

Anak-anak saya sangat antusias menyaksikan festival sekura ini. Dengan HP masing-masing, mereka asyik foto para pemuda-pemuda, baik sekura kamak maupun sekura betik.

Ada sesuatu yang lucu bagi saya, ketika anak saya Farah yang memegang salah satu kamera papanya ingin foto kelompok dari pemuda itu. Malah pemuda-pemuda itu meminta mas Yopie untuk foto mereka dengan Farah. Mereka bilang Farah muli sikop (gadis cantik). hahaha.

Pesta Sekura - Festival Sekura - Lampung Barat - Wisata Lampung Barat - 2

Pesta Sekura - Festival Sekura - Lampung Barat - Wisata Lampung Barat - 1

Salah satu lokasi panjat pinang yang ada di pinggir jalan.

Waktu Pesta Sekura

Bagi yang ingin menikmati daya tarik pesta sekura mesti luangkan waktu beberapa hari setelah lebaran. Biasanya diselenggarakan di pekon-pekon (desa) sekitar Liwa, biasanya antara tanggal 2 – 8 Syawal. Masing-masing pekon bisa berbeda waktu pelaksanaan. Tergantung kesepakatan bersama warga pekon.

Sedangkan Festival Sekura yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Lampung Barat, “biasanya” diadakan setelah pelaksanaan Pesta Sekura di pekon-pekon selesai.

Anak-anak Belajar Budaya Daerah Asal Ibunya

Dalam acara ini diadakan beberapa perlombaan. Seperti lomba tari dan panjat pinang. Panjat pinang hanya bisa  diikuti oleh para Sekura Kamak. Namun sayang karena hari sudah siang dan saat itu panas terik, anak-anak mulai kelelahan. Perut kami juga lapar. Kami tidak menonton perlombaan tersebut.

Namun saya sudah cukup gembira diajak suami ke Liwa kali ini. Bisa merasakan kembali serunya pesta Sekura di kampung halaman saya. Bisa ajak anak-anak yang sudah beranjak dewasa untuk belajar budaya daerah asal ibu mereka. Keliling Lampung ke tempat wisata di Lampung bersama keluarga memang sangat mengasyikkan.