Wisata Kabut di Bukit Bawang Bakung Lampung Barat

thumbnail - Bukit Bawang Bakung - Lampung Barat - Keliling Lampung - 7

Bukit Bawang Bakung – Saya aslinya suku Lampung, sub-suku Lampung Saibatin. Ayah asli Liwa dan ibu Kotaagung. Tapi sangat jarang sekali jalan ke daerah asal dibanding mas Yopie yang kelola akun Keliling Lampung 5 tahun terakhir ini. Ingin sekali bisa jalan  ajak anak-anak liburan ke kampung halaman ibu mereka. Liburan di Lampung.

Salah satu tempat yang ingin saya datangi adalah Bukit Bawang Bakung yang berada di Liwa. Sering juga disebut Bukit Geredai. Melihat foto-foto milik suami dan temannya, Eka Fendiaspara, membuat saya semakin ingin jalan jalan wisata di Lampung Barat. Dan akhirnya keinginan itu terlaksana. Simak kisahnya ya.

Idul Fitri 2016

Cerita perjalanan saya kali ini sebenarnya sudah berlalu lama. Sudah sepuluh bulan yang lalu. Tapi dahulu belum kepikiran untuk menulis, apalagi menjadi blogger. Jadi baru sekarang bisa saya tulis untuk dibaca oleh teman-teman semua.

Kami sekeluarga memang sudah terbiasa kalau melakukan perjalanan selalu mendadak tidak direncanakan terlebih dahulu, karena biasanya yang sudah direncanakan lama sering malahan tidak jadi.

Perjalanan kami sekeluarga ini terjadi pada liburan idul fitri 2016 yang jatuh pada tanggal 6 juli 2016. Di hari raya pertama, 1 syawal, kami isi dengan silaturrahim ke orang tua, paman, kakak-adik, dan para tetangga. Di hari raya kedua kami menghabiskan waktu dirumah saja, menerima tamu teman-teman kami.

Dan di hari itu mas Yopie mendadak bilang “ Ma..mau gak besok malam kita ke Liwa lagi?” saya langsung aja menjawab “mau dong Pa…kan sekalian mudik”. Saya sudah membayangkan melihat kampung halaman lagi. pulkam ke Liwa, Lampung Barat  😀

Meskipun pulang kampung kali ini kakek nenek sudah tidak ada, hanya tinggal paman, bibi, dan beberapa orang sepupu. Karena kebanyakan sepupu saya sudah merantau untuk bekerja dan kuliah di daerah lain.

Mas yopie bilang kalau jalan-jalan ini mengajak seorang teman blogger yang sedang mudik di Lampung. Dia bekerja di Batam, Kepulauan Riau. Namanya mas Danan Wahyu.

Bukit Bawang Bakung - Lampung Barat - Keliling Lampung - 1

mas Danan Wahyu, blogger top asal Lampung.

Bandar Lampung – Liwa

Kami berangkat pada hari ke 3 syawal pukul 22.30 WIB. Menjemput mas Danan terlebih dahulu di daerah Natar yang memang searah menuju Liwa. Mas Danan kami persilakan duduk di bangku depan di samping mas Yopie yang mengendarai kendaraan. Saya bersama Farah dan Farhan duduk di bangku tengah. Sedangkan Darrel dan Derly duduk di bangku belakang.

Perjalanan dari Bandar Lampung menuju Liwa menempuh waktu kurang lebih 5 jam. Karena perjalanan malam begini jalanan tidak macet dan sepi. Membuat mas Yopie bisa ngebut bawa mobilnya. Sebelumnya di siang hari mas Yopie sudah menghubungi teman di Liwa yang sudah seperti saudara sendiri bagi saya yang sama-sama suku Lampung, yaitu Eka Fendiaspara.

Dia memiliki homestay yang dia bangun satu bangunan dengan rumah utama. Mas Yopie sudah memesan tempat untuk kita istirahat sebentar walaupun kita tidak berniat untuk menginap. Kita akan pulang langsung besok malamnya. Hitung hitung perjalanan 24 jam.

Istirahat di Homestay Piknik Liwa

Pukul 03.30 kami tiba di homestay milik Eka yang juga sudah menunggu kedatangan kami. Saat itu suhu udara lumayan dingin bagi kami. Sepanjang jalan menjelang sampai Liwa, kabutnya tebal. Maklum saja karena Liwa memang berada di dataran tinggi.

Eka menjadikan rumahnya sebagai homestay untuk kawan-kawan dan tamu lain yang ingin piknik di Liwa. Rumah kayu sederhana namun indah. Ada dua kamar yang bisa dipakai. Satu di lantai bawah dan satunya di lantai dua. Karena Liwa udaranya sejuk, Eka siapkan banyak selimut di dua kamar tersebut.

Setelah beristirahat untuk tidur 1 jam, terutama mas Yopie yang belum tidur sama sekali, dan shalat subuh kami berangkat kembali menuju Bukit Bawang Bakung. Banya juga yang menyebutnya dengan nama Bukit Geredai. Namun sayang Eka tidak bisa menemani kami karena ada urusan keluarga.

Bukit Bawang Bakung - Lampung Barat - Keliling Lampung - 3

Saat besar, mereka akan mengenang pernah datang ke Bukit Bawang Bakung.

Bukit Bawang Bakung - Lampung Barat - Keliling Lampung - 5

Farhan.

Nostalgia Kabut

Kami pernah lihat foto Bukit Bawang Bakung yang bagus sekali milik bang Eka di media sosial instagram. Menurut mas Yopie memang Eka lah yang pertama kali menemukan spot foto di bukit ini. Spot foto yang cantik sekali. Membuat kami penasaran untuk melihat secara langsung kabut di Bukit Bawang Bakung.

Dari pusat kota Liwa menuju atas bukit memakan waktu kurang lebih setengah jam. Sepanjang jalan dari Liwa kabut masih menyelimuti pemandangan. Jalanan sepi berkabut. Rumah dan kebun-kebun di kanan kiri jalan juga ditutupi kabut. Pemandangan yang pernah saya lihat saat masih SD dulu. Dan kali ini alhamdulillah bisa ajak seluruh anak-anak ke Liwa.

Bukit Bawang Bakung - Lampung Barat - Keliling Lampung - 4

Darrel dengan latar belakang bukit berkabut

Bukit Bawang Bakung

Mas Yopie membelokkan mobil ke kanan di Pekon Negeri Agung. Melewati perkampungan dengan rumah-rumah khas Lampung Barat. Kabut tipis menyelimuti perkampungan. Di beberapa rumah nampak kopi yang baru dipetik dijemur tanpa alas di pekarangan yang sudah disemen. Beberapa Among Ajong (kakek nenek) duduk di beranda rumah.

Melewati kampung dan pesawahan, jalan langsung menanjak. Jalur sudah disemen sehingga mobil bisa menanjak tanpa takut tergelincir. Saya agak kawatir juga melihat jurang di sebelah kiri. Sedangkan jalan lumayan curam menjelang sampai di Bukit Bawang Bakung. Apalagi jalannya sempit. Kalau ada motor dari arah berlawanan, dia harus minggir mengalah.

Dari jalan besar sampai lokasi kurang lebih memerlukan waktu 15 menit. Akhirnya kami sampai juga di atas bukit
Bawang Bakung.

Bukit Bawang Bakung - Lampung Barat - Yopie Pangkey - 6

Pagi itu sudah ramai yang datang.

Bukit Bawang Bakung - Lampung Barat - Keliling Lampung - 7

Eksotisme kabut di Bukit Bawang Bakung.

liburan di lampung

🙂

Menikmati Kabut di Bukit Bawang Bakung

Di sana ternyata sudah ramai sekali anak-anak muda yang sedang asyik berfoto-foto sendiri maupun beramai-ramai. Banyak dari mereka anak-anak muda yang sedang menghabiskan liburan lebarannya dengan mudik. Mereka kuliah atau bekerja di luar Lampung, dan mengetahui tentang bukit ini juga dari instagram.

Anak-anak sangat senang diajak kemari. Baik yang bujang anak pertama, maupun anak bungsu kami, anak keempat. Semua foto-foto dengan kamera HP masing-masing. Kami saling foto. Kecuali mas Yopie yang sukanya foto pemandangan. Siapa tau laku dijual satu waktu nanti. Dan memang alhamdulillah ada saja yang menanyakan dan memakai.

Sedangkan mas Danan Wahyu juga tampak asik dengan kameranya. Dia lebih senang rekam video sepertinya. Saya tidak tahu videonya digunakan dimana. Mungkin di blognya ya.

Semua terlihat senang saat berada di sini. Suasananya sejuk dan pemandangannya benar-benar indah menurut saya. pukul 07:00 saat tiba, kabutnya begitu tebal. Kami tidak dapat melihat jauh. Satu jam berselang, kabut mulai naik dan perlahan menipis. Nun jauh di sana Gunung Pesagi dengan anggunnya berdiri di antara kabut.

Bukit Bawang Bakung - Lampung Barat - Keliling Lampung - 8

Keluarga Keliling Lampung – Ramah Traveler (Foto oleh: mas Danan Wahyu)

Bukit Bawang Bakung - Lampung Barat - Yopie Pangkey - 11

Liwa Negeri di atas kabut

Tak terasa sudah 1,5 jam kami berada di bukit Bawang Bakung. Yang tadinya hanya melihat foto-foto milik suami, hari itu saya bisa melihat dan merasakan suasananya secara langsung.

Sungguh indah kampung halaman saya. Meskipun kami hanya di liburan di Lampung, tapi berasa seperti entah di mana. Tak percuma punya suami yang rajin Keliling Lampung ya. Banyak tau tempat wisata di Lampung. Dan yang paling beharga adalah bisa jalan-jalan bareng keluarga. Anak-anak jadi bangga pernah berkunjung ke kampung halaman ibu mereka. Alhamdulillah sudah pernah ke Liwa, sebuah negeri di atas kabut.