Bertemu Mella-April-Rahmi, 3 Gajah Lucu di Taman Nasional Way Kambas

10 - Taman Nasional Way Kambas - Gajah Lampung - Yopie Pangkey - Nikon 1 J5

Wisata Way Kambas – Pada pagi hari dihari kedua kami di Lampung Timur ini, Jumat 3 Maret 2017, kami bermaksud menyambangi tiga tempat wisata di Lampung Timur yaitu Desa Wisata Wanna, Taman Nasional Way Kambas dan Taman Purbakala Pugung Raharjo. Melihat-lihat Lampung Timur yang bisa menjadi penuh pesona.

Menurut mas Endri kami dijadwalkan bertemu dengan ibu Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim untuk bincang-bincang pagi. Siapa tau bisa bertukar pikiran tentang Wisata Lampung Timur. Namun sayangnya karena ibu Bupati ada kesibukan lain maka kami tidak jadi bertemu beliau. Namun kami tetap berterimakasih atas kemurahan hati ibu Chusnunia Chalim yang telah menjamu kami di guest house yang sangat asri dan indah.

Ini tulisan saya sebelum: Festival Panen Padi Lampung Timur 2017

Kami dua belas orang (saya dan suami, Indra, mas Endri, mbak Evi Indrawanto, Raiyani Muharramah, Yayan, Dewi Rieka, Mia Kamila, Sulung Siti Hanum, Astari Ratnadya, dan Indah Fajarwati) sarapan pagi dengan menu nasi goreng dan ayam goreng. Minum kopi yang saya buat sendiri dengan seizin ibu pengurus guest house. Lalu berfoto-foto ria di beranda depan sebelum ke Way Kambas.

Desa Brajo Harjosari

Menjelang siang, Mas Endri mengajak kami untuk mampir di desa Brajo Harjosari terlebih dahulu. Desa ini digadang-gadang akan dijadikan desa wisata juga. Desa ini sangat asri dengan banyak tumbuhan berbagai macam bunga dan buah-buahan terutama di rumah penduduk yang dijadikan sebagai home stay.

Tak tahan melihat keindahan bunga-bunga hias, saya akhirnya meminta beberapa jenis bibit bunga untuk dibawa pulang (hahaha). Sambil menunggu kedatangan sang kepala desa kami beristirahat di teras depan rumah dan mendapat suguhan jeruk Bali yang manis.

Mas Yopie bilang desa ini adalah area penunjang Taman Nasional Way Kambas. Pihak TNWK mengajak masyarakat desa untuk bersama-sama menghindari konflik dengan gajah dengan berbagai macam kegiatan.

desa Brajo Harjosari - Taman Nasional Way Kambas - Gajah Lampung - Yopie Pangkey - Nikon 1 J5

Salah satu homestay yang ada di desa Brajo Harjosari. Banyak tanaman buah dan tanaman hias.

Untuk ke Desa Brajo Harjosari kita harus ke Way Jepara dulu. Kalau dari arah Sukadana, di pasar Way Jepara belok kiri. Dari pasar ke Brajo Harjosari kita harus melewati jalan sempit sejauh kurang lebih 7 kilometer.

Hari semakin siang, kawan-kawan blogger lain sudah tidak sabar melihat gajah yang kami kira ada juga di desa ini. Kembali kami menaiki mobil dan kebut menuju Taman Nasional Way Kambas.

Mas Yopie bilang, kapan-kapan mau ajak kami sekeluarga kemari lagi. Mau lihat agro-wisata Brajo Harjosari. Ada jambu kristal, melon, dan lain-lain, kata mas Yopie.

Taman Nasional Way Kambas

Sampai di Gerbang Taman Nasional Way Kambas loket masuk tidak ada penjaga. Kami masuk tanpa bayar tiket. Para petugas sedang sholat Jumat. Maafkan kami ya pak (hehehe).

Memasuki kawasan hutan di sekitar daerah Taman Nasional Way Kambas kami disambut oleh monyet-monyet berekor panjang, yang banyak berkeliaran di tepi jalan. Yang membuat saya terkesan ada seekor monyet yang sambil menggendong anaknya menunggu makanan dilempar dari dalam mobil. Kasih saying seorang ibu benar-benar tak terbatas ya. Seekor hewan yang kemampuan berpikirnya jauh di bawah manusia pun merasakan hal yang sama. Sayang kepada anak.

Raiyani Muharramah - 1 - Taman Nasional Way Kambas - Gajah Lampung

Induk dan anaknya. Melindungi. (Foto: Raiyani Muharramah)

Sampailah kami di gerbang area utama Taman Nasional Way Kambas. Taman ini adalah taman nasional perlindungan gajah yang terletak di Kecamatan Labuhan Ratu Kabupaten Lampung Timur. TNWK berdiri pada tahun 1985, dan menjadi sekolah gajah pertama di Indonesia . Taman ini merupakan Pusat Konservasi Gajah yang diharapkan mampu menjadi pusat dalam penjinakkan, pelatihan, dan pengembangbiakkan gajah.

Di tempat ini gajah-gajah liar dilatih dan dimanfaatkan untuk kebaikan gajah sendiri dan manusia di sekitar TNWK. Gajah-gajah jinak bisa digunakan untuk menggiring gajah liar menjauh dari perkebunan masyarakat. Karena masih ada banyak gajah liar di sekitar sini. Sering terjadi gajah vs manusia. Pastinya karena gajah-gajah itu nyasar. Atau bisa jadi karena sudah sedikit bahan makanannya di alam liar.

3 - Taman Nasional Way Kambas - Gajah Lampung - Yopie Pangkey - Nikon 1 J5

Antri foto 😀

4 - Taman Nasional Way Kambas - Gajah Lampung - Yopie Pangkey - Nikon 1 J5

Foto dulu 🙂

Selain itu bisa untuk pertunjukan menghibur manusia, seperti permainan sepak bola gajah, berenang dan memandikan gajah. Pengunjung dapat menunggang gajah dengan didampingi pawing terlatih. Atraksi-atraksi gajah tersebut tidak ada setiap saat. Apalagi di siang-siang di hari Jumat ini.

Saya jadi ingat dulu pernah datang kemari dan melihat atraksi gajah menari dengan iringan musik, mengalungkan karangan bunga, dan berjabatan tangan dengan wisatawan. Di saat Wisata Way Kambas ramai di tahun 1990an.

7 - Taman Nasional Way Kambas - Gajah Lampung - Yopie Pangkey - Nikon 1 J5

Rumah Sakit Gajah Taman Nasional Way Kambas.

8 - Taman Nasional Way Kambas - Gajah Lampung - Yopie Pangkey - Nikon 1 J5

Kandang gajah berupa lapangan luas.

Wisata Way Kambas

Dari area utama kami langsung menuju lapangan luas setelah kolam pemandian gajah. Kami melihat seekor gajah kecil, yang belalainya sangat pendek. Belakangan kami ketahui ternyata belalainya telah terpotong terkena rantai perangkap babi hutan yang dipasang warga. Beruntungnya, petugas TNWK segera menyelamatkan hidupnya dan melatihnya untuk bertahan hidup dengan belalai seadanya.

Beberapa meter di depan di sisi kiri, kami melihat seekor gajah besar yang sedang merumput. Melihat kaki gajah itu dirantai, kami beramai-ramai memberanikan diri mendekatinya untuk berfoto-foto. Bergantian kawan-kawan foto di dekat gajah.

Raiyani Muharramah - 6 - Taman Nasional Way Kambas - Gajah Lampung

Oom Indra bersama anak gajah yang belalainya terputus terkena perangkap babi hutan. (Foto: Raiyani Muharramah)

6 - Taman Nasional Way Kambas - Gajah Lampung - Yopie Pangkey - Nikon 1 J5

Foto berdua sebelum mas Yopie dicolek gajah 😀

Ketika mas Yopie mendekati gajah sambil membawa sejumput rumput untuk diberikan, tiba-tiba gajah tersebut mengayunkan belalainya dan gadingnya mengenai badan mas Yopie. Langsung deh mas Yopie dan tentunya kami semua lari terbirit-birit ketakutan, takut kena senggolan belalai gajah sebesar itu 😀

Saya langsung memeriksa badan mas Yopie, takut kalau dia terluka. Alhamdulillah tidak apa-apa dan mungkin karena gading gajah tersebut juga sudah dipotong ujungnya. Tapi itu semua menjadi pelajaran bagi kami untuk tidak mendekati gajah tanpa ditemani oleh seorang pawang gajah.

Bertemu Mella, April, dan Rahmi, 3 Gajah Way Kambas

Setelah berkeliling kami bertemu dengan seorang pawang gajah. Dia sudah belasan tahun menjadi seorang pawing gajah. Dan kami diarahkannya menuju 3 ekor gajah yang juga sedang asyik merumput, 2 dari gajah tersebut berukuran sedang dan 1 ekor gajah lainnya berukuran kecil.

3 ekor gajah ini bernama Mella, Rahmi, dan April. Dan April adalah anak dari Rahmi, sedangkan Mella saudara perempuan Rahmi. Lucu-lucu sekali tingkah dari ketiga gajah ini. Mereka seperti mengajak kita untuk bermain-main. Sang pawang memperlakukan mereka dengan baik, seperti terhadap anak-anak sendiri. Mereka seperti saling memahami satu sama lain.

Raiyani Muharramah - 4 - Taman Nasional Way Kambas - Gajah Lampung

Mas Yopie memotret kawan-kawan yang ingin foto bareng Rahmi, Mella, dan April. (Foto: Raiyani Muharramah)

Raiyani Muharramah - 3 - Taman Nasional Way Kambas - Gajah Lampung

Ibu Rumah Tangga mendadak jadi model ala ala 😀 (Foto: Raiyani Muharramah)

Namun gajah bernama Rahmi yang paling penurut diantara mereka. Seperti diperintah untuk duduk, mengangkat belalai,atau mengangkat kaki. Dan ketika Rahmi dalam posisi duduk, saya langsung disuruh mas Yopie untuk duduk dipangkuannya dan dapat deh foto yang bagus. Teman-teman yang lain juga teriak ‘mau mau..’. Namun setelah saya, hanya mbak Evi yang dapat duduk dipangkuan Rahmi. Teman-teman yang lain berfoto dengan posisi yang lain.

Sudah puas foto-foto dan bermain dengan keluarga Rahmi, kami ucapkan terimakasih kepada bapak pawang gajah yang menemani kami. Kami beranjak menuju warung makan di area parkir kendaraan. Ada 2 warung yang menawarkan makanan berat. Dan ada kelapa muda yang menyegarkan tenggorokan setelah panas-panasan dan bermain dengan gajah.

wisata way kambas - Taman Nasional Way Kambas - Gajah Lampung - Yopie Pangkey - Nikon 1 J5

Ayo foto bareng…

2 - Taman Nasional Way Kambas - Gajah Lampung - Yopie Pangkey - Nikon 1 J5

Detik-detik foto bersama sebelum pada kabuurrr 😀

Senang Keliling Lampung Bersama Suami dan Kawan-kawan Baru

Sama seperti perjalanan lain. Perjalan kali ini ke Taman Nasional Way Kambas begitu istimewa. Bisa pergi ramai-ramai bersama kawan-kawan travel blogger yang baru saya kenal. Dan utamanya bisa dengan suami yang sering keliling Lampung bersama kawan-kawan fotografer Lampung. Senang bisa menikmati wisata Lampung Timur bersama-sama.